KEBUDAYAAN JAWA TENGAH

jawa tengah adalah propinsi dimana budaya jawa banyak berkembag disini karena di jawa tengah dahulu banyak kerajaan berdiri disini itu terlihat dari berbagai peninggalan candi di jawa tengah.
mahakarya yang sungguh mempesona adalah batik di jawa tengah setiap daerah mempunya corak batik tulis yang berbeda beda mereka mempunyai ciri khas sendiri sendiri selain batik ada juga kesenian yang tak kalah luar biasanaya ada wayang kulit yang sudah dia kaui dunia sebagai warisan budaya dunia oleh unesco ada juga tembang tembang (lagu lagu ) jawa yang diiringi oleh gamelan (alat musik) yang juga dikenal dengan campursariada juga ketoprak yang merupakan pertunjukan seni peran khas dari jawa
di jawa tengah juga masih ada kerjaan yang samapai sekarang masih berdiri tepatnya dikota solo yang dikenal dengan kasunanan solo
budaya jawa tengah sungguh banyak mulai dari wayang ,wayang orang, ketoprak,tari dan masih banyak lagi berikut beberapa foto terkait budaya jawa tengah :
Keraton Solo

Surakarta Hadiningrat adalah istana resmi Kasunanan Surakarta. Keraton ini didirikan oleh Susuhunan Pakubuwana II pada tahun 1744 sebagai pengganti Istana/Keraton Kartasura yang porak-poranda akibat Geger Pecinan 1743. Istana terakhir Kesultanan Mataram ini didirikan di Desa Sala (Solo), sebuah pelabuhan kecil di tepi barat Bengawan (sungai) Beton/Sala. Setelah resmi istana Kesultanan Mataram selesai dibangun, nama desa itu diubah menjadi Surakarta Hadiningrat. Istana ini pula menjadi saksi bisu penyerahan kedaulatan Kesultanan Mataram oleh Susuhunan Pakubuwana IIkepada VOC pada tahun 1749. Setelah Perjanjian Giyanti tahun 1755, keraton ini kemudian dijadikan istana resmi bagi Kasunanan Surakarta. Kompleks bangunan keraton ini masih berfungsi sebagai tempat tinggal Sri Sunan dan rumah tangga istananya yang masih menjalankan tradisi kerajaan hingga saat ini. Keraton ini kini juga merupakan salah satu objek wisata di Kota Solo.
Batik Jawa Tengah

Jawa tengah merupakan salah satu derah paling produktif di bidang kebudayaannya, sebab sangat banyak kebudayaan yang dihasilkan dari daerah ini. Kita lihat saja dari kebudayaan tari-tariannya, jawa tengah memiliki Tari Serimpi, Tari bambangan Cakil, Tari srikandi, dll. Jawa tengah juga memiliki kebudayaan lainnya seperti rumah joglo yang merupakan ciri khas dari jawa tengah ini sebenarnya memiliki gaya arsitek yang sangat dinamis dengan lingkungannya, karena rumah joglo memiliki beberapa tiang-tiang penyangga yang terbuat dari kayu jati. Rumah joglo juga memiliki keunikan tersendiri seperti memiliki pendopo untuk menerima tamu atau hanya untuk kumpul keluarga. Disetiap sudut-sudut dindingnya pun biasa dihiasi dengan ukiran-ukiran yang lebih menarik bila dilihat. Kalau dari tariannya, tarian Bambang Cakil menceritakan sebuah ksatria yang berusaha menjaga petapa dari serangan buta cakil dan akhirnya sang buta cakil meninggal ditanggan ksatria itu, sedangkan tari serimpi biasanya di mainkan oleh 4 orang penari putrid yang mencerminkan dari 4 elemen yang ada dibumi yaitu air, api, angina, dan tanah. Tarian ini juga biasanya diiringi oleh suara gamelan jawa.
Wayang Kulit

Wayang kulit adalah seni tradisional Indonesia yang terutama berkembang di Jawa. Wayang berasal dari kata ‘Ma Hyang‘ yang artinya menuju kepada roh spiritual, dewa, atau Tuhan Yang Maha Esa. Ada juga yang mengartikan wayang adalah istilah bahasa Jawa yang bermakna ‘bayangan’, hal ini disebabkan karena penonton juga bisa menonton wayang dari belakang kelir atau hanya bayangannya saja. Wayang kulit dimainkan oleh seorang dalang yang juga menjadi narator dialog tokoh-tokoh wayang, dengan diiringi oleh musik gamelan yang dimainkan sekelompok nayaga dan tembang yang dinyanyikan oleh parapesinden. Dalang memainkan wayang kulit di balik kelir, yaitu layar yang terbuat dari kain putih, sementara di belakangnya disorotkan lampu listrik atau lampu minyak (blencong), sehingga para penonton yang berada di sisi lain dari layar dapat melihat bayangan wayang yang jatuh ke kelir. Untuk dapat memahami cerita wayang (lakon), penonton harus memiliki pengetahuan akan tokoh-tokoh wayang yang bayangannya tampil di layar.
Tari Srikandi

Adalah tarian yang menggambarkan perang antara 2 orang wanita yang
bernama Dewi Srikandhi dan Dewi Mustakaweni, tarian ini bertema
heroik(kepahlawanan) dilakukan berpasangan wanita. Masing-masing
memiliki karakter yang hampir sama yaitu sama-sama memiliki watak Putri
Lanyap (bersifat tegas,tetapi kemayu) tokoh Srikandhi Mustakaweni ini
adalah ceriwis dan memiliki suara agak cempreng. Dewi Srikandhi adalah
tokoh wanita dari keluarga Pandawa. Ia merupakan salah satu istri dari
Raden Arjuna.Dewi Mustakaweni adalah anak dari Prabu Newatakawaca
Musatakaweni memiliki kesaktian karena sakti maka ia dapat mengubah
dirinya menjadi apa saja dan siapa saja yang dia mau. Pada saat akan
mengambil Jimat Kalimasada ia mengubah dirinya menjadi Raden Gathutkaca,
dan pada saat mencuri Dewi Srikandhi mengetahui pebuatan Dewi
Mustakaweni karena pada saat itu Dewi Srikandi mendapat mandat untuk
menjaga jimat Kalimasada, maka srikandi langsung mengejar Mustakaweni
maka terjadilah perang antar keduanya. Pada saat perang Dewi Srikandi
kalah oleh Dewi Mustakaweni. Lalu Dewi Mustakaweni berhasil dikalahkan
oleh Bambang Priyambada dan menjadi istrinya.
Tari Serimpi
Tari serimpi merupakan tari klasik yang berasal dari Jawa Tengah. Tari klasik sendiri mempunyai arti sebuah tarian yang telah mencapaikristalisasi keindahan yang tinggi dan sudah ada sejak zaman masyarakat feodal serta lahir dan tumbuh di kalangan istana. Kebudayaan tari yang sudah banyak dipentaskan ini memiliki gerak gemulai yang menggambarkan kesopanan, kehalusan budi, serta kelemah lembutan yang ditunjukkan dari gerakan yang pelan serta anggun dengan diiringi suara musik gamelan. Tari serimpi Jawa ini dinilai mempunyai kemiripan dengan tari Pakarena dari Makasar, yakni dilihat dari segi kelembutan gerak para penari.
Bedhaya Ketawang
Bedhaya Ketawang adalah tarian sakral yang rutin dibawakan dalam istana sultan Jawa (Keraton Yogyakarta dan
Keraton Solo). Disebut juga tarian langit, bedhaya ketawang merupakan
suatu upacara yang berupa tarian dengan tujuan pemujaan dan persembahan
kepada Sang Pencipta. Pada awal mulanya di Keraton Surakarta tarian
ini hanya diperagakan oleh tujuh wanita saja. Namun karena tarian ini
dianggap tarian khusus yang amat sacral, jumlah penarik kemudian
ditambah menjadi sembilan orang. Sembilan penari terdiri dari delapan
putra-putri yang masih ada hubungan darah dan kekerabatan dari keraton
serta seorang penari gaib yag dipercaya sebagai sosok Nyai Roro Kidul.
Ukiran Asli Jepara
Para pengukir jepara pandai menyesuaikan diri dengan gaya ukiran
baru. Mereka tidak hanya membuat gaya ukiran khas Jepara saja tapi
ukiran lainnya yang tak kalah menarik. Meskipun ukiran Jepara beragam,
sebaiknya kita tidak melupakan gaya ukiran khas Jepara. Biasanya disebut
ornamen Jepara. Meskipun tak ada sebutan khusus, tapi ia dapat dikenali
dari ciri khasnya. Ukiran Jepara mengambil bentuk dedaunan. Ada yang
mengatakan itu adalah daun tanaman wuni. Wuni adalah jenis rerumputan
liat yang banyak tumbuh di Jepara. Tanaman itu memiliki buah kecil-kecil
yang digemari burung. Bentuk tanaman wuni itu diolah seniman ukir
menjadi bentuk desain ukiran yang indah. Ciri khas ukiran itu, daunnya
digambarkan melengkung-lengkung luwes. Seolah ada iramanya. Ujung
daunnya runcing. Buah-buah kecil diukir menggerombol. Kadang,
ditambahkan ukiranburung yang hendak mematuk buah itu. Ukiran gaya
Jepara ini dulu banyak diukirkan pada peti-peti kayu. Meja kursi juga
ada. Tapi, sekarang jarang diukirkan pada meubel lagi.
Gamelan Jawa
Gamelan Jawa merupakan Budaya Hindu
yang digubah oleh Sunan Bonang, guna mendorong kecintaan pada kehidupan
Transedental (Alam Malakut)”Tombo Ati” adalah salah satu karya Sunan
Bonang. Sampai saat ini tembang tersebut masih dinyanyikan dengan nilai
ajaran Islam, juga pada pentas-pentas seperti: Pewayangan, hajat
Pernikahan dan acara ritual budaya Keraton.
Pakaian Adat Jawa Tengah
Adat jawa
sangat melekat di Indonesia,khususnya suku jawa. Pada acara tertetu
suku jawa tak luput dari adat mereka. Begitu juga dengan pakaian
adatnya.Saat acara-acara tertentu adat istiadat jawa harus memenuhi
persyaratan adat yang akan di laksanakan.Berikut melody akan
membahas tentang pakaian adat jawa tengah yang di pakai pada saat
acar-acara tertentu.Baik sejarah asal-usul atau asal mula baju adat Jawa
Tengah, kelengkapan apa saja yang di pakai (kostum). Dan bagaimana
kostum pernikahan adat Jawa Tengah.
Keris Jawa Tengah
Keris adalah senjata tikam golongan belati (berujung runcing dan tajam pada kedua sisinya) dengan banyak fungsi budaya yang dikenal di kawasanNusantara
bagian barat dan tengah. Bentuknya khas dan mudah dibedakan dari
senjata tajam lainnya karena tidak simetris di bagian pangkal yang
melebar, seringkali bilahnya berkelok-kelok, dan banyak di antaranya
memiliki pamor (damascene),
yaitu terlihat serat-serat lapisan logam cerah pada helai bilah. Jenis
senjata tikam yang memiliki kemiripan dengan keris adalah badik. Senjata tikam lain asli Nusantara adalah kerambit. Pada
masa lalu keris berfungsi sebagai senjata dalam
duel/peperangan, sekaligus sebagai benda pelengkap sesajian. Pada
penggunaan masa kini, keris lebih merupakan benda aksesori (ageman) dalam berbusana, memiliki sejumlah simbol budaya, atau menjadi benda koleksi yang dinilai dari segiestetikanya.
Rumah Adat Jawa Tengah
Bagian pendapa adalah bagian paling depan Joglo yang mempunyai
ruangan luas tanpa sekat-sekat, biasanya digunakan sebagai tempat
pertemuan untuk acara besar bagi penghuninya. Seperti acara pagelaran
wayang kulit, tari, gamelan dan yang lain. Pada waktu ada acara syukuran
biasanya sebagai tempat tamu besar. Pendopo biasanya terdapat soko
guru, soko pengerek, dan tumpang sari. Bagian Pringgitan adalah bagian
penghubung antara pendopo dan rumah dalem. Bagian ini dengan pendopo
biasanya di batasi dengan seketsel dan dengan dalem dibatasi dengan
gebyok. Fungsi bagian pringgitan biasanya sebagai ruang tamu.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar